KRITIK DAN ESAI CERPEN "DI JALAN JABAL AL-KAABAH" KARYA M. SHOIM ANWAR

 


KRITIK DAN ESAI CERPEN "DI JALAN JABAL AL-KAABAH" KARYA M. SHOIM ANWAR


M. Shoim Anwar lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang,  Jawa Timur. Setamat dari SPG di kota kelahirannya (1984), dia melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Surabaya/Universitas Negeri Surabaya,  hingga memperoleh gelar doktor. Program S2 dan S3 diselesaikan dengan predikat cumlaude.


Shoim  banyak menulis cerpen, novel, esei, dan puisi di berbagai media. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi berbahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis,  seperti Cerita Pendek dari Surabaya (editor Suripan Sadi Hutomo), Negeri Bayang-bayang (editor D. Zawawi Imron, dkk.). Selain itu, dari beberapa karya cerpen yang telah terbit yaitu berjudul "Di Jalan Jabal Al-kaabah". 

Cerpen tersebut menceritakan seorang wanita yang sedang melakukan perjalan ke kota Mekkah untuk melaksanaakan kewajiban beribadah, tokoh pada cerpen tersebut yaitu Tuan Amali dan Nyonya Tilah. Yang dijelaskan disana bahwa pada saat melakukan kegiatan ibadah di kota Mekkah banyak sekali pengemis anak-anak yang memiliki keterbatasan seperti tidak memiliki tangan satu tangan atau tidak memiliki satu kaki, karena merasa iba dan ikhlas untuk bersedekah dua tokoh tersebut selalu memberikan sedekah kepada pengemis anak-anak tersebut setiap pergi ke kabah. 

   Tuan Amali serta Nyonya Tilah sambil berjalan mengobrol membandingkan anatara pengemis di Negeri sendiri dengan Negeri Tanah Suci, dinegara kita memiliki pengemis yang berpura-pura untuk meminta dan bermuka melas agar para pejalan kaki atau pengendara mobil/sepeda motor merasa iba, tetapi dugaan Tuan Amali dan Nyonya Tilah salah besarr ternyata semua pengemis-pengemis tersebut sama halnya seperti di Negerinya sendiri banyak yang bohong untuk menghasilkan uang yang banyak. 

Jika dihubungkan dengan realitas saat ini, maka cerita tersebut mewakili kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Banyak daerah ataupun perkumpulan orang-orang yang berprofesi sebagai pengemis. Dari orang tua hingga anak-anak mereka mengemis di lampu merah pinggir jalan. Sering terjadi anak-anak bahkan dipaksa orang tua mereka untuk mengemis dan juga banyak diantara para pengemis membawa anak-anak mereka yang masih kecil untuk menarik simpati orang. Selain itu, mereka rela untuk melakukan penipuan misalnya dengan cara membuat seolah salah satu bagian tubuhnya cacat. Dari banyaknya kasus pengemis yang sampai saat ini belum terselesaikan maka diperlukan sosialisasi ataupun pembinaan khusus untuk mereka. Mungkin sebaiknya masalah-masalah tuna wisma ataupun pengemis jalanan lebih diperhatikan lagi karena sebenarnya tidak hanya teguran atau penangkapan oleh Satpol PP saja yang diperlukan, tetapi juga diperlukan lembaga yang dapat menampung atau memberi mereka pemahaman agar mereka dapat mencari pekerjaan yang layak. Berdasarkan cerpen tersebut, pengarang juga ingin menyampaikan jika memberi lebih baik daripada meminta, jikapun ingin bersedekah janganlah bersikap pamer dan bersikap sombong, hal tersebut sesuai dengan isi cerpen dimana Tuan Amali sedang bersedekah, melalui narasi penulis dapat diketahui jika Tuan Amali Tidak ingin orang lain tahu saat ia sedang bersedekah.

Makna dari cerpen tersebut yaitu, rezeki ada di tangan Tuhan, namun kita harus berusaha untuk mencarinya dengan cara yang benar bukan dengan berbohong atau merugikan orang lain. Ketika kita ikhlas dalam memberikan atau melakukan sesuatu kepada orang lain kita tidak perlu memikirkan hal yang telah kita berikan atau yang kita lakukan itu lagi, meskipun sebenarnya orang itu berbohong kepada kita tapi kalau kita sudah ikhlas hal-hal seperti perasaan marah, kecewa, atau merasa dibohongi itu tidak akan muncul pada diri kita.

Alur cerpen tersebut merupakan alur maju dan mundur, yang merupakan alur cerita yang bergerak urut dari awal hingga akhir tulisan. Penggunaan kata dan kalimat dalam cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” mudah untuk dipahami, penulis memberikan penggambaran situasi dan kondisi dalam cerpen secara rinci seperti yang terjadi di kehidupan nyata oleh sebab itu cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” memiliki jalan cerita yang sangat menarik.

Komentar