Sebuah Keinginan
Kuliah adalah salah satu impian terbesar saya ketika saya masih duduk dibangku SMP. Impian tersebut semakin terbayang-bayang dalam benak saya ketika saya beranjak SMA. Di masa itu, saya seringkali membayangkan betapa indahnya dunia perkuliahan, dimana cara berpakaian boleh bebas, dan tidak ada lagi saat-saat dimana saya harus berpacu dengan waktu untuk menghindari pintu gerbang yang akan ditutup. Selain hal-hal tersebut, saya juga menyangka bahwa dunia perkuliahan itu tidak akan terlalu memusingkan, sebab apa yang akan saya pelajari kelak adalah ilmu tertentu yang bersifat spesifik, sehingga pikiran saya akan terfokus pada suatu bidang ilmu dan tidak bercabang kemana-mana. Seperti itulah gambaran yang terbayangkan dalam benak saya mengenai dunia kuliah.
Waktu tlah tiba. Penantian pengumuman kelulusan. Dan masa putih abu-abu pun telah berakhir. Ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Episode kehidupan baru akan aku jalani dan juga teman-temanku yang baru saja diwisuda.
“ Ini bukan akhir. Tapi inilah awal yang sebenarnya dalam kehidupan yang kita jalani,” pesan singkat saat wisuda.
Aku lulus dari bangku SMA dan setelah menjalan seluruh rangkaian tes untuk memenuhi syarat agar dapat masuk ke perguruan tinggi yang aku inginkan namun hasilnya cukup mengecewakan hatiku. Aku harus menerima bahwa takdir ku tidak berpihak di perguruan tinggi negeri yang suasananya aku impikan selama ini. Aku harus terima bahwa aku hanya dapat memasuki perguruan tinggi swasta saja. Ya, tetapi perguruan tinggi swasta tempat aku menimba ilmu tidak kalah bagus dengan perguruan tinggi pada umumnya.
“ Bersyukurlah dengan usahamu. Dimanapun kamu masuk perguruan tinggi niatkan untuk mencari ilmu yang bisa berguna untuk semua orang, ” pesan Ayah padaku.
Pesan Ayah tersebut selalu ku ingat, sehingga aku semangat untuk menggapai masa depan.
***
Dunia kampus itu penuh warna warni layaknya perjalanan kita yang penuh suka dan duka. Banyak diantara kita berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Bahkan ada yang berasal jauh dari pulau tempat kita berpijak saat ini. Kita sama-sama orang asing yang baru akan memulai perjuangan, bagaimana cara berjuang pun taj tahu pasti. Hanya ada satu kata yang mewakili benak kita saat itu “Belajar”. Sapaan sederhana, mengawali percakapan yang terbata-bata. Namun, tak jarang ada yang langsung nyelonong menjulurkan tangannya untuk berkenalan. Tugas-tugas kuliah pun silih berganti, ini adalah kewajiban yang harus terpenuhi untuk bisa menyelesaikan kepingan-kepingan perjuangan. Tugas-tugas besar dan rangkaian kegiatan mata kuliah bagaikan puzzle ijazah, kalau kurang satu berarti kita taklukkan bersama. Diskusi pun kian mengalir tatkala kita dibebani tugas yang sama. Hendak kemana kita bertanya dan berbagi jika bukan kepada sesama pejuang baru?
“Silahkan membentuk kelompok. Tugasnya membuat makalah. Batas pengumpulan saya tunggu hingga pukul 24.00!” kata Dosen Pengampu
Hari demi hari telah berganti hingga tak terasa dua bulan sudah aku berada dibangku perkuliahan.
Setelah perkuliahan selesai, aku diajak temanku untuk bermain ditaman kampus. Kami berhenti disatu sudut taman dan duduk manis ditempat yang telah disediakan. Kupandangi sekeliling taman dan aku baru menyadari bahwa taman kampus sore hari juga sangat indah tidak kalah dengan pagi hari, meski taman kami terbilang sempit, namun terasa hidup karena banyak pohon hijau dan ada beberapa tanaman bunga juga. Tanpa kusadari hari sudah semakin sore dan sebentar lagi beranjak malam. Kami belum juga bangkit dari tempat duduk sedari tadi, masih asyik dengan perbincangan kami dan juga menikmati pemandangan taman kampus. Jika aku sudah berbincang dengannya pasti lupa waktu seperti hari ini. Hari semakin gelap dan kulihat satpam mulai menyalakan lampu-lampu disekitar kampus. Aku tak mengira pemandangan kampusku pada malam hari akan seindah ini.
“Indah dan menyegarkan mata sekali suasana kampusku selama ini’” ucap dalam hatiku.
Jalanan yang dihiasi dengan lampu penerangan yang berjejer bagaikan penerima tamu menyapa para pengguna jalan. Cahaya lampu yang indah menyatu dengan bangunan kampus. Sungguh indah sekali.
***
Semester awal telah berlalu, nilai IPK pun telah keluar. Ternyata hasil yang saya dapatkan pada semester awal kuliah sangat-sangat kurang memuaskan. Oleh karena itu, saya perlu melakukan penyesuaian dengan jurusan/fakultas yang saya tempuh saat kuliah. Pada saat perkuliahan di semester 2, saya mulai giat belajar dan rajin sharing dengan teman sekelas tentang mata kuliah yang sulit saya mengerti. Alhamdulillah semnagat saya dalam belajar dapat membawa hasil yang memuaskan. Nilai IPK sayang mendongkrak naik.
Namun disisi lain saya berfikir tentang hal lain yaitu ingin meringankan beban orang tua .
“Siapa yang tak mau menjadi mahasiswa yang mandiri?bayar uang kuliah, bayar sewa kost dan memenuhi kebutuhan pribadi sendiri, “ pikirku
“ Ya, aku harus belajar mandiri. Aku tak ingin terus meminta uang pada Orang tua,”
Dengan tekat bulat dan modal awal yang tak seberapa untuk menjual tas wanita dengan tujuan untuk membeli keperluan pribadiku, berbisnis online shop tidak boleh mudah menyerah. Sekarang online shop sudah seperti jamur, banyak ditemui dimana-mana, jadi kita harus lebih kreatif dan berani beda.
“Bagiku usaha tidak melulu soal untung banyak, namun pedagang lenih membutuhkan banyak customer yang loyal dibanding laba banyak tapi customer sedikit,” artikel yang pernah kubaca di Internet.
Sebagai seorang mahasiswi yang memiliki banyak tugas, aku pun harus pintar membagi waktu anatar bisnis dan kuliah.
“ Pokoknya kalo aku lagi tidak ada dirumah, aku tidak akan mengurusi jualan. Pas dikampus ya urusannya sama kuliah, tugas dan lain-lain. Kalo pas udah santai baru deh ngurusin jualannya,” Prinsipku
Semua itu karena kuliah yang lebih utama. Menjadi sarjana adalah keinginanku sejak kecil. Tak ada satu pun orang yang bisa menggagalkannya. Aku percaya proses tidak akan menghianati hasil. Dan alhamdulillah kini kutelah diwisuda dan aku telah menjadi sarjana. Rasa bahagia dans edih bercampur menyelimuti diriku. Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih pada orangtua ku. Karenanya aku bisa menggapai semua yang telah aku inginkan. Kini ku harus membalas jasa-jasa yang mereka berikan padaku.
Komentar
Posting Komentar