" Dursasana Peliharaan Istana"

Puisi “Dursasana Peliharaan Istana” diciptakan oleh M. Shoim Anwar. Dalam percaturan sastra di tanah air, nama M. Shoim Anwar tidak asing lagi, karena sastrawan yang lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang,  Jawa Timur sudah malang melintang di dunia sastra. Ia memang dikenal sebagai cerpenis, namun tulisan-tulisan yang dimunculkan juga dalam bentuk esai sastra. Salah satunya yaitu puisi dengan judul "Dursasana Peliharaan Istana"

 Dursasana adalah nama seseorang tokoh antagonis penting dalam pewayangan mahabarata. Dursana diceritakan memiliki tubuh yang gagah, mulutnya lebar dan mempunyai sifat sombong, suka bertindak sewenang-wenang, menggoda wanita dan senang menghina orang lain. Nama Dursasana memiliki arti “sulit dikuasai atau sulit untuk diatasi”. 

Dari kurawa bersaudara yang paling di sayangi Duryudhana adalah Dursasana. Kelahiran kurawa yang bersamaan dengan lahirnya pandawa menyebabkan permusuhan. Kecemburuan para kurawa terhadap pandawa yang telah mendirikan istana yang bernama Indraprastha. Puncak permusuhan Pandawa dan kurawa meletus dalam sebuah pertempuran besar di Kurukshestra. Dimana pada hari keenam belas, Dursasana bertarung melawan Bima.

Dalam cerita pewayangan kematian Dursasana menjadi mengerikan. Dalam pertempuran Kurukshestra Bima berhasil menarik lengan Dursasana sampai putus, kemudian merobek dada dan meminum darah sepupunya itu. Bima kemudian menyisakan segenggam darah Dursasana untuk diusapkannya ke rambut Drupadi yang menunggu di tenda. Dendam istri Pandawa pun terbayar sudah. 

Isi dalam puisi tersebut jika dikaitkan dengan kehidupan saat ini seperti para petinggi yang berebut kekuasaan di meja politik. Berbondong-bodong mencari dukungan hingga memakai topeng yang menipu.di depan umum selalu rendah hati , menjadi sosok pahlawan yang senantiasa melindungu namun dibalik itu semua banyak serangkaian tujuan licik yang dapat menyengsarakan masyarakat. 

puisi    "Dursasana peliharaan istana" puisinya bagus, bahasanya mudah dipahami karena menggunakan kalimat yang sederhana. Puisi tersebut juga banyak disukai pembaca karena memberi pengetahuan terhadap pembaca akan karakter tokok Dursasana.

Komentar